C76 Group

Clean & Health Business Centre

Coffee Break … Ooops !! Ternyata BISNIS itu KEJAM ? … Senin 21 Februari 2011

Ada sebuah persepsi atau istilah atau pendapat yang entah darimana mulainya dan tidak diketahui juga siapa yang mengatakannya pertama kali kalau kemudian dalam masyarakat kita dikenal istilah “BISNIS itu KEJAM” karena “dikait-kaitkan” dengan kata atau istilah lainnya seperti sengketa, pertikaian, perkelahian, persaingan, sikut-menyikut, egoisme, arogansi, aji mumpung, pembunuhan rejeki, makan rejeki orang lain, menghalalkan segala cara dan (mungkin) masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagian dari nafas kehidupan dalam melakukan bisnis dianggap “tidak manusiawi” dan mengabaikan nilai-nilai sosial.

Sahabat …

Anda dan saya harus memahami kalau BISNIS itu sama sekali tidak mengandung pengertian baik atau buruk.Kalau kemudian muncul istilah seperti BISNIS itu Kejam, itu hanyalah sebuah persepsi atau bagaimana masyarakat menilai atau menyikapi cara seseorang dalam menjalankan sebuah bisnis.

Sampai dengan hari ini, setiap manusia hidup dan bernafas dalam lingkaran bisnis atau senantiasa bersinggungan dengan dunia bisnis.Kalau dalam kehidupan sosial bermasyarakat kita berjalan dalam koridor yang manusiawi atau mengutamakan sisi kemanusiaan karena itu menyangkut bagaimana agar tercapai hubungan yang baik dengan orang lain,

Dalam kehidupan bisnis, orang akan berjalan dalam koridor keuntungan dan itikad baik.

Itikad baik inilah dasar orang berbisnis dengan enak dan dengan baik antara orang satu dengan yang lainnya, namun misinya adalah tetap kepada keuntungan.Mungkin karena itulah sebabnya seolah-olah Bisnis merupakan tindakan yang tidak manusiawi karena perbedaan koridor tersebut.

Memenuhi kebutuhan sandang-pangan-papan, memberikan pekerjaan pada sesama manusia, melakukan perdagangan, membangun pengajaran budi pekerti dan mengembangkan pengetahuan, membangun sekolah, memenuhi kebutuhan akan hiburan, bahkan menjalankan ibadah sekalipun secara langsung akan bersinggungan dengan bisnis.

Jadi sekali lagi, bisnis tidak mengandung pengertian baik atau buruk dan koridor bisnis adalah keuntungan dan itikad baik.

Bisnis yang tidak dilakukan dengan dasar itikad baik dan hanya demi keuntungan semata-mata akan selalu melahirkan berbagai kejahatan atau berbagai tindakan yang bertentangan dengan sisi kemanusiaan.

February 21, 2011 - Posted by | Coffee Break (B.Indonesia)

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: