C76 Group

Clean & Health Business Centre

Karl Marx, Kapitalisme dan Total Football, Selasa 6 Maret 2012

Human RelationshipBusiness Warriors yang perkasa …

Beberapa waktu yang lalu, di Cikarang telah terjadi demo karyawan secara besar-besaran yang melumpuhkan kegiatan produksi pada hari itu. Benang merahnya adalah penyesuaian upah (dan atau kesejahteraan) karyawan.

Saya teringat dengan Karl Marx – yang memperjuangkan hal serupa (kesejahteraan buruh) pada masanya, dan tentunya bobot masalahnya tidaklah sama (walau masih relevan) untuk sekedar di “utak atik gatuk” dengan demo di Cikarang tersebut.

Pada masa Karl Marx (1818 – 1883) – pola pikir dan hubungan kerja kaum kapitalis dengan buruhnya nyaris didominasi dengan azas “perbudakan” dimana peranan buruh disamakan dengan alat produksi semacam mesin giling, gerobak, palu, dan sebagainya demi menggemukkan pundi-pundi uang majikannya.

Tidak ada majikan yang memikirkan kesejahteraan, pendidikan atau kualitas nutrisi kaum buruh, karena dominasi pemikiran buruh adalah “budak” pada masa itu.

Pada masa sekarang tidak demikian – karena baik buruh dan majikan adalah 2 (dua) pihak yang memiliki kebebasan yang setara namun bersedia untuk saling mengikatkan dirinya dalam sebuah perjanjian kerja … “yang berkuasa” sekarang adalah peraturan dan perjanjian kerja sama.

Jadi …

1. Hak dan Kewajiban majikan dan buruh dibatasi oleh perjanjian kerja – tidak boleh salah satu pihak membicarakan haknya tetapi tidak memberikan kewajibannya … memperjuangkan hak = memperjuangkan kewajiban

2. Hak dan Kewajiban majikan dan buruh dalam perjanjian kerja bersifat final – fleksibel hanya berlaku bila fleksibilitas tersebut tercantum didalam perjanjian kerjanya

3 Perjanjian Kerja harus disosialisasikan secara terus menerus pada kedua belah pihak – bisa melalui penyuluhan terbatas, training, seminar dan sebagainya

Dengan demikian, maka diharapkan akan terbangun keharmonisan kerja yang lebih baik …

Lalu apa relevansinya dengan Total Football ?

Semua anggota team bisa berperan di berbagai lini, saling bahu membahu untuk mencetak “Goal” – peraturan perusahaan (perjanjian kerja) sebagai wasit, perusahaan sebagai kapten kesebelasan dan seluruh karyawan sebagai anggota team … it’s really fun ….tastic !!!

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

March 6, 2012 - Posted by | Human Relationship (B. Indonesia)

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: