C76 Group

Clean & Health Business Centre

Profit Management Ala Restaurant Padang, Rabu 9 Mei 2012

Business Warriors Yang Perkasa …

Seorang pengusaha sebuah Restaurant/Rumah Makan Padang dengan 9 (sembilan) cabang dan sebuah Rumah Makan Bebek Goreng di daerah Cikarang yang baru saja diambil alih pengelolaannya menuturkan sebuah pengalaman yang menarik mengenai kisah suksesnya dalam mengembangkan Rumah Makan tersebut yang mulai dirintisnya pada tahun 2004.

Beliau menerapkan sistem ” Bagi Hasil ” dengan karyawannya dan bukan dengan sistem ” Gaji ” sebagaimana biasa yang kita kenal.

Sambil menawarkan segelas teh manis khas padang yang harum kepada saya, beliau menuturkan bahwa sistem “Gaji” justru nyaris membawa restaurantnya pada kehancuran karena tidak kunjung menghasilkan keuntungan – sebaliknya dengan sistem “Bagi Hasil” membuat dirinya menuai sukses yang sangat besar.

Apa filosofi sederhana dibalik semuanya ini ?

Kalau sebagian dari Anda menjawab “Sense Of Belonging” (Rasa ikut memiliki) itu benar tetapi kurang tepat menyentuh dasar psikologisnya – yang paling tepat adalah harapan untuk memperoleh keuntungan yang besar dari jajaran personil beliaulah yang membuat mereka secara langsung memberikan keuntungan (mengubah harapan menjadi kenyataan) yang sama pada sang pemilik restaurant, karena kalau restaurantnya merugi – baik pemilik maupun karyawannya tidak menerima “gaji”.

Bukan konsep yang sama sekali baru dan sekarang kembali marak diterapkan pada berbagai bidang bisnis dan perusahaan – mulai dari perusahaan MLM, Agency retail kartu kredit hingga perusahaan otomotif raksasa seperti General Motor di USA sana.

Seorang CEO FORD Motor Company konon menerima penghasilan terbesar di dunia pada tahun 2011 yang lalu karena berhasil meningkatkan laba perusahaan hingga sekian persen – jauh diatas ekspektasi share holder perusahaan yang kini kepemilikannya sebagian dikuasai oleh perusahaan otomotif dari Jepang tersebut, dan CEO tersebut berhak atas “sekian persen pula” dari keuntungannya.

Apa korelasinya kisah Restaurant Padang dengan Ford Motor diatas ?

1. Keuntungan adalah sebuah potensi pada awalnya – dan menjadi realisasi bila kedua pihak menginginkannya dengan sungguh-sungguh – kalau setiap orang menginginkannya dengan sungguh-sungguh maka mereka secara ajaib akan menemukan caranya.

2. Kebutuhan materi dasarnya harus dipenuhi dulu – untuk karyawan sekelas Restaurant Padang dengan konsep “tanpa gaji”, memberikan basic allowances seperti fasilitas tempat tinggal, makan dan sekadar “uang jajan/uang rokok” bisa dianggap cukup – tetapi memperlakukan seorang CEO yang mengemban misi harus menghasilkan keuntungan “sekian milliar” per annumnya tentu berbeda lagi.

3. Dan jangan lupa kebutuhan dasar “non materi” nya juga penting diperhatikan untuk membangun etos dan moral kerja yang baik -seperti komunikasi multi arah yang santun, saling memberikan semangat dan motivasi juga tidak segan untuk memberikan pujian dan ucapan terima kasih “sesering mungkin” mutlak disertakan.

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

May 9, 2012 Posted by | Handling the Competitors (English), Human Relationship (B. Indonesia), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia), Salesmanship (B. Indonesia and/or English) | , , , , , , , | Comments Off on Profit Management Ala Restaurant Padang, Rabu 9 Mei 2012

I CAN Is 100 Times More Important Than IQ! , Rabu 11 April 2012

Business Warriors yang perkasa …

Saya sangat tertarik dengan sebuah tulisan dari David Vogelsang yang mengutip kembali sebuah semboyan

” I CAN is 100 times more important than IQ!” 

WOW !!

Saya sangat menikmati kutipan tersebut dan sama sekali tidak sedang berusaha untuk mengembangkan pemaknaan dari semboyan itu untuk menjadi sebuah euforia … cukup kalau saya artikan secara sederhana saja menjadi

” SANGGUP itu lebih penting dari CERDAS”.

Apa benar seperti itu pak Tan ?

Pemaknaan kebenarannya jangan diartikan secara biasa-biasa saja, tetapi harus menjadi bahan renungan yang sanggup mengusik dan menggelitik rasa “heroik namun tulus hati” dalam mengemban sebuah tanggung jawab.

Banyak sekali perusahaan pada masa ini mulai mengembangkan cara-cara perekrutan karyawan dari melalui TES IQ saja menjadi lebih luas lagi lingkupnya dengan melakukan juga tes EQ, tes SQ dan tes HRQ … mungkin dasar pemikiran terdalam dari semboyan diatas berasal dari HRQ (Human Relationship Quotient = kecerdasan untuk memahami orang lain / Skill With People)

Walaupun David Vogelsang ini berasal dari “Barat” dimana manajemen dengan kultur barat ini lebih terfokus pada prestasi dan kecakapan individu, lebih menjadikan kaum profesional di belahan dunia Barat menjadi seorang specialis yang opportunis – selalu sigap pada keahlian yang terspesialisasi pada satu bidang dan lebih tertarik pada kesempatan pengembangan karir yang lebih baik … toh tertarik juga dengan pemikiran diatas yang kalau kita gali lebih dalam maknanya sangat kental management dengan kultur ketimuran.

Dalam Management dengan kultur timur – memang benar, bahwa sebuah organisasi tidak terlalu mempertimbangkan kecakapan individu … selama orang itu bisa memainkan peranannya dengan baik dalam teamworknya di segala lini (bukan terpusat pada sebuah lini seperti yang dianut management budaya barat) – maka dari itu jangan heran kalau seorang Senior Director di perusahaan Jepang bisa tidak memerlukan sekretaris pribadi, melakukan penjualan dan kunjungan ke pelanggan sendiri, melakukan pengiriman sample produk sendiri, mengetik surat penawaran harga bahkan sesekali ikut-ikutan sibuk di bagian lini produksi dengan senang hati juga dilakukannya.

Budaya I CAN – seharusnya lebih dihargai oleh penganut manajemen timur – tetapi karena orang timur tidak terfokus pada spesialisasi, maka kalau ada seorang eksekutif mau TURBA (Turun ke Bawah) bersama dengan Salesmannya berkeliling kesana kemari atau sesekali ikut-ikutan mengemudikan “forklift” di lini produksi .. semuanya dianggap biasa saja.

Sebaliknya budaya I CAN pada saat ini sedang mendapat perhatian besar para penganut manajemen barat yang tadinya serba spesialis, mereka mulai menghargai para CEO dan level Managernya yang mau terjun langsung ke lapangan .. ini bisa Anda lihat dari gaya kepemimpinan CEO Barat yang sudah mempelajari banyak manajemen timur seperti Steve Jobs, Bill Gates atau Warren Buffet yang kemana-mana masih sering mengemudikan mobilnya sendiri tanpa sopir.

Itulah menariknya mempelajari manajemen multi kultural – memperkaya wahana kreativitas kita dalam mengembangkan diri serta membebaskan pikiran dari belenggu dikotomi barat dan timur yang rasanya jadi tampak kurang relevan lagi pada era Globalisasi ini.

Business Warriors yang perkasa …

Yes .. See that I CAN before seeing my IQ !!

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

April 11, 2012 Posted by | Handling the Competitors (English), Human Relationship (B. Indonesia), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia), NLP-Neuro Linguistics Programming (B.Indonesia) | Comments Off on I CAN Is 100 Times More Important Than IQ! , Rabu 11 April 2012

Superman VS Superteam , Rabu 28 Maret 2012

Business Warriors yang perkasa …

Dalam sebuah kunjungan kerja, saya membaca sebuah semboyan yang menarik perhatian saya yang tertempel di dinding ruang tunggu seorang klien yang tertulis demikianKami adalah SUPERTEAM, SUPERMAN tidak mendapat tempat disini “

Maksudnya cukup jelas, bahwa perusahaan tersebut mengedepankan kemampuan kerja sama yang solid dan apik dalam mendukung setiap kegiatan di organisasinya diatas kemampuan individu.

Dalam leadership, sebuah organisasi yang solid justru akan membutuhkan banyak sekali SUPERMAN – yang “kuat” sejak masih “bayi” (masih seorang kader/trainee) dan bahkan akan semakin bertambah kuat hingga usia “tua” nantinya (Seperti pak William Suryadjaja, Pak Eka Tjipta, Pak Sofjan Wanandi, Pak Hari Darmawan, Mr. Carlos Slim Helu dll)

SUPERMAN disini bukan hanya soal kebugaran fisik yang prima semata, melainkan juga soal pikirannya yang tetap jernih, intuisinya yang tetap tajam, dreamsnya yang tetap saja besar, semangat juangnya yang masih menggebu dan kharismanya yang terus bersinar hingga usia lanjut.

Jadi …

Jangan menyisihkan seorang SUPERMAN dari organisasi yang Anda bangun kalau tujuannya adalah untuk membangun sebuah SUPERTEAM.

Business Warriors yang perkasa …

Kami adalah SUPERTEAM yang setiap anggotanya adalah SUPERMAN

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

March 28, 2012 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia), Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | Comments Off on Superman VS Superteam , Rabu 28 Maret 2012

Definisi MANAGEMENT Itu Apa ? , Jum’at 23 Maret 2012

Business Warriors yang perkasa …

Tak terhitung banyaknya kita mendengar kata Manajemen / Management dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai topik dan tujuan penggunaannya masing-masing, dari bangku sekolah menengah pertama hingga tingkat pendidikan S3, dari bisnis individual hingga bisnis Multinasional …

Ternyata kalau kita mengambil jeda sejenak dan masing-masing dari kita harus menjawab definisi dari Manajemen itu apa sebenarnya ? Saya yakin tidak mudah bagi siapapun untuk menjawab pertanyaan yang paling mendasar ini …

Ada banyak sekali para pemerhati bidang manajemen yang mencoba untuk memberikan definisi dari Manajemen – begitu banyak, hingga Anda tidak akan mungkin dapat merangkumnya dalam sebuah literatur akademik.

Nah, kalau menurut pak Tan sendiri Manajemen itu apa ?

Bagi saya sederhana saja definisi dari Manajemen

 MANAJEMEN (MANAGEMENT) adalah ilmu mengenai PRIORITAS ..

yaitu

Memahami sepenuhnya MANA DULU yang harus di dahulukan …

Karena demikian banyak sekali dalam kehidupan ini hal-hal yang penting dan hal-hal yang mendesak – hampir bersinggungan bahkan ber”senyawa” dengan sebagian besar ritme kehidupan di atas planet bumi ini … maka kehidupan ini membutuhkan Manajemen …

Manajemen (Mana dulu  = Prioritas) memungkinkan kita

1. Memutuskan mana hal yang lebih penting dan mana hal lain yang lebih mendesak 

2. Memahami bahwa tidak semua hal yang penting adalah merupakan hal yang mendesak, demikian pula tidak semua hal yang mendesak adalah merupakan hal yang penting

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

March 23, 2012 Posted by | Handling the Competitors (English), Human Relationship (B. Indonesia), Marketing, Salesmanship (B. Indonesia and/or English) | Comments Off on Definisi MANAGEMENT Itu Apa ? , Jum’at 23 Maret 2012

Sukses = Skill With People, Rabu 14 Maret 2012

Business Warriors Yang Perkasa …

Karena saya dibesarkan di lingkungan keluarga pedagang, sejak masih kecil saya sering mengamati bagaimana “cara yang baik” dalam berdagang agar supaya produk yang kita jual bisa sukses laris manis walaupun pesaingnya banyak …

Dari sekian banyak pengalaman dalam upaya menarik perhatian para calon pembeli tersebut, ada sebuah ilmu rahasia bisnis yang entah sengaja atau tidak disembunyikan dari perhatian publik .. ilmu rahasia itu adalah Skill With People (terjemahan bebasnya adalah Seni Membangun Hubungan Baik Dengan Orang Lain).

Konsep yang tampaknya sederhana tetapi berdaya luar biasa .. karena kalau Anda terapkan secara terus-menerus hingga menjadi bagian dari karakter Anda, maka kesuksesan dalam bidang apapun bukan sesuatu yang terlalu sulit untuk Anda peroleh dalam waktu yang lebih singkat.

Dalam sebuah kalimat, ketrampilan Skill With People akan tertulis demikian ..

“Kalau Anda cukup membantu orang lain untuk memperoleh apa yang diinginkannya, maka orang itu akan membantu Anda untuk memperoleh apa yang Anda inginkan”

Ijinkan saya menuliskannya sekali lagi langsung di hati dan pikiran Anda …

“Kalau Anda cukup membantu orang lain untuk memperoleh apa yang diinginkannya, maka orang itu akan membantu Anda untuk memperoleh apa yang Anda inginkan”

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

 

March 14, 2012 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia) | Comments Off on Sukses = Skill With People, Rabu 14 Maret 2012

Karl Marx, Kapitalisme dan Total Football, Selasa 6 Maret 2012

Human RelationshipBusiness Warriors yang perkasa …

Beberapa waktu yang lalu, di Cikarang telah terjadi demo karyawan secara besar-besaran yang melumpuhkan kegiatan produksi pada hari itu. Benang merahnya adalah penyesuaian upah (dan atau kesejahteraan) karyawan.

Saya teringat dengan Karl Marx – yang memperjuangkan hal serupa (kesejahteraan buruh) pada masanya, dan tentunya bobot masalahnya tidaklah sama (walau masih relevan) untuk sekedar di “utak atik gatuk” dengan demo di Cikarang tersebut.

Pada masa Karl Marx (1818 – 1883) – pola pikir dan hubungan kerja kaum kapitalis dengan buruhnya nyaris didominasi dengan azas “perbudakan” dimana peranan buruh disamakan dengan alat produksi semacam mesin giling, gerobak, palu, dan sebagainya demi menggemukkan pundi-pundi uang majikannya.

Tidak ada majikan yang memikirkan kesejahteraan, pendidikan atau kualitas nutrisi kaum buruh, karena dominasi pemikiran buruh adalah “budak” pada masa itu.

Pada masa sekarang tidak demikian – karena baik buruh dan majikan adalah 2 (dua) pihak yang memiliki kebebasan yang setara namun bersedia untuk saling mengikatkan dirinya dalam sebuah perjanjian kerja … “yang berkuasa” sekarang adalah peraturan dan perjanjian kerja sama.

Jadi …

1. Hak dan Kewajiban majikan dan buruh dibatasi oleh perjanjian kerja – tidak boleh salah satu pihak membicarakan haknya tetapi tidak memberikan kewajibannya … memperjuangkan hak = memperjuangkan kewajiban

2. Hak dan Kewajiban majikan dan buruh dalam perjanjian kerja bersifat final – fleksibel hanya berlaku bila fleksibilitas tersebut tercantum didalam perjanjian kerjanya

3 Perjanjian Kerja harus disosialisasikan secara terus menerus pada kedua belah pihak – bisa melalui penyuluhan terbatas, training, seminar dan sebagainya

Dengan demikian, maka diharapkan akan terbangun keharmonisan kerja yang lebih baik …

Lalu apa relevansinya dengan Total Football ?

Semua anggota team bisa berperan di berbagai lini, saling bahu membahu untuk mencetak “Goal” – peraturan perusahaan (perjanjian kerja) sebagai wasit, perusahaan sebagai kapten kesebelasan dan seluruh karyawan sebagai anggota team … it’s really fun ….tastic !!!

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

March 6, 2012 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia) | Comments Off on Karl Marx, Kapitalisme dan Total Football, Selasa 6 Maret 2012

Mengembangkan Kemampuan Negosiasi Bisnis, Senin 6 Februari 2012

Business Warriors Yang Perkasa …

Bagaimana caranya agar kita dapat melakukan Negosiasi Bisnis yang hampir selalu berhasil … Inilah yang selalu menjadi harapan para pebisnis dalam melakukan deal-deal negosiasi.

Ada beberapa hal penting yang harus Anda pahami dalam melakukan Negosiasi Bisnis, diantaranya :

1. Buatlah Perencanaan Negosiasi dengan Sistematis – tentukan poin-poin penting yang akan menjadi topik negosiasi, termasuk cost and benefits, point of value, business draft dll

2. Ketahuilah siapa dan atau posisi strategis yang menjadi negosiator dari pihak rekanan misalnya : Latar belakang kewarganegaraannya (Indonesia atau non Indonesia) karena sangat menentukan “cara berpikirnya” dan pola atau teknik favorit yang akan dimainkannya.

Posisi strategisnya  bisa berkaitan dengan jabatannya, usianya dan peranan pentingnya (Owner, Share Holder, Manager atau Konsultan Hukum/Konsultan Bisnis) – Ini juga akan berpengaruh pada gaya negosiasi yang akan Anda mainkan dan “kelincahan” Anda dalam melakukan manuver negosiasi.

3. Ketahui “Jumlah Personil” dari pihak rekanan bisnis yang akan melakukan negosiasi dengan Anda, apakah 1 (satu) orang ataukah 1 (satu) Decision Making Unit (DMU) yang bisa terdiri dari beberapa orang.

4. Perhatikan pilihan waktu negosiasinya – jangan memilih waktu yang kurang menguntungkan karena harus mengalami jeda seperti “waktu makan siang” dll

5. Tentukan siapa teamwork Anda, apakah Anda akan datang sendiri atau bersama rekan, seperti teknisi, direksi, dll

6. Perhatikan posisi dan urutan duduk pihak rekanan yang melakukan negosiasi dengan 1 (satu) Decision Making Unit, biasanya pengambil inisiatif terbesar memilih tempat duduk paling dekat dengan pihak Anda.

7. Apabila Anda menghadapi 1 (satu) DMU dari pihak rekanan, maka perhatikan juga pola negosiasi sampai Anda menemukan siapa Decision Play Maker yang “sesungguhnya” 

8.  Perhatikan kontak mata Anda dan pada setiap personil dari pihak rekanan, Anda akan bisa “meraba-raba” masing-masing peranan negosiator dari pihak rekanan.

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

PELAJARI TEKNIKNYA HARI INI JUGA

February 6, 2012 Posted by | Handling the Competitors (English), Human Relationship (B. Indonesia), Marketing, NLP-Neuro Linguistics Programming (B.Indonesia), Salesmanship (B. Indonesia and/or English) | Leave a comment

Bedanya Kritik (Kritikus) dengan Saran (Advisor) Apa Ya ? (2), Senin 30 Januari 2012

Business Warriors yang perkasa …

Topik ini saya angkat kembali dari postingan lama saya dengan judul yang mirip tahun lalu, berikut ini saya tuliskan dalam bentuk yang lebih sederhana dan lebih sistematis mengenai perbedaan antara kritik dan saran yang pernah dimuat juga di akun Twitter dan di akun Facebook saya.

Perbedaan kritik (kritikus) dan saran (advisor) , a/l :

1. Kritik ditebarkan oleh orang dengan karakter “penebar ranjau paku” di jalan, Saran adalah orang yang memungutnya

2. Kritik itu mengutamakan kerasnya fisik dan “mulut”, Saran mengutamakan kelembutan hati dan telinga

3. Kritik itu sarat muatan debat kusir dan argumentasi simpang siur, Saran itu sarat muatan edukasi dan solusi

4. Kritik itu berbusa-busa melimpah tapi daya bersihnya sedikit, Saran itu nyaris tanpa busa tapi hasilnya kinclong

5. Kritikus prinsipnya harus adu ilmu (adu lihai), Saran (Advisor) prinsipnya harus tukar menukar ilmu supaya lihai

6. Tanpa diminta pun Kritik akan segera datang, Walau diminta Saran sering hanya direspon dengan senyum dan terdiam

7.”Tukang kritik” koq malu kalau diberi sebutan Kritikus, “Tukang saran” bangga kemana-mana diberi sebutan Advisor

8. Kritikus berbicara duluan sebelum tersenyum, Advisor tersenyum duluan sebelum mulai berbicara

Semoga Bermanfaat, Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

PELAJARI TEKNIKNYA HARI INI JUGA

KLIK DISINI

www.profitboostermanagementcentre.wordpress.com

January 31, 2012 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia) | Comments Off on Bedanya Kritik (Kritikus) dengan Saran (Advisor) Apa Ya ? (2), Senin 30 Januari 2012

Penyebab Kesombongan Manusia. Minggu 11 Desember 2011

Business Warriors yang perkasa …

Dulu orang mengira bahwa penyebab kesombongan dalam diri seseorang adalah kekayaan dan kemasyuran, paras yang elok dan rupawan atau kepandaian.

Oleh karena itu apabila kita menemukan ada orang kaya yang sombong, ada gadis cantik yang sombong atau ada jejaka tampan yang pandai tetapi sombong kita menganggap semua itu “sudah biasa” …

Tetapi kenyataannya tidak selalu demikian, karena tidak sedikit juga ditemukan orang miskin yang sombong bukan kepalang, gadis yang tidak cantik tetapi yaa ampun sombongnya itu lho, perjaka yang nyaris “culun” tapi amit-amit sombongnya …

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kesombongan manusia ?

Belum ada satu kata sepakat dari para ahli mengenai hal ini, tetapi satu hal yang pasti telah nampak sangat jelas bahwa

Di dunia ini tidak ada satu hal pun yang mampu membuat manusia menjadi sombong,

kesombongan itu ada karena dibuat oleh dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Adv & Sponsorship

1. WIKA – Pemanas Air Tenaga Surya, ALGA Spring Bed, DUNLOPILLO Kasur Latex, HONEYELL Turbine Angin, ALLSTEEL – Panel Surya, HOME SAUNA – Design, Contractor, Supply

2. eBook Rahasia Sukses Ranking 1 Google – terbukti via online

3. Chocololy’s – Business Opportunity Lolypop Cokelat pertama di Indonesia

4. eBook Motivasi terbaru … d’Dreams

December 11, 2011 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia) | Comments Off on Penyebab Kesombongan Manusia. Minggu 11 Desember 2011

Mengapa Orang Menjadi Sombong ? (Pesona Egoisme 6) Rabu 21 September 2011

Business Warriors yang perkasa …

Komparasi antara Ego dengan perut (yang kelaparan) menurut para pakar psikologi adalah fakta bahwa orang yang lapar tidak memerlukan apapun sebelum rasa laparnya terpuaskan. Orang yang lapar akan menjadi lebih atau bahkan menjadi sangat sensitif  … satu-satunya cara untuk mengubah kondisi ini dengan cepat adalah dengan memberikannya makanan, dan lihatlah ! setelah perutnya kenyang orang tersebut akan menjadi lebih bersahabat dan bisa menerima hal lain apapun yang di tawarkan dunia luar kepadanya !

Karena semua manusia egois (dengan kadar yang bervariatif) dan lapar akan pengakuan dan persetujuan dari orang lain, mereka akan memiliki kecenderungan menjadi kelihatan keras kepala, galak dan tidak bersahabat sebelum egonya diberi “makanan” berupa pengakuan dan persetujuan dari orang lain terlebih dulu

Menghadapi orang lapar dengan bijak dan tepat adalah dengan memberinya makan – menghadapi ego yang lapar pun demikian halnya.

Anda tidak bisa menjejalkan apa yang menjadi pendapat Anda – tidak peduli bagaimanapun baiknya dan bermanfaatnya pendapat tersebut ke dalam diri orang lain sebelum orang tersebut merasa dirinya diakui, sebelum dirinya merasa mendapat persetujuan dari lawan bicaranya …

Dalam bahasa sederhana – kalau Anda mau orang lain bisa selalu menerima dan atau menyetujui atau mengikuti kemauan Anda maka berilah penerimaan, persetujuan Anda lebih dulu ( yups ! masih bersambung)

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Adv : WIKA – Pemanas Air Tenaga Surya, ALGA MAGNETIC, Honeywell – Turbin Angin, ALLSTEEL – Panel Surya, Dunlopillo – Kasur Latex, HOME SAUNA – Design,Contractor, Supply

September 21, 2011 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia) | Comments Off on Mengapa Orang Menjadi Sombong ? (Pesona Egoisme 6) Rabu 21 September 2011