C76 Group

Clean & Health Business Centre

Toko Sabun “Cemara 76” Tegal – Membangun Reputasi Bisnis Melalui Kwalitas Dengan Level Tertinggi

C76 - Stay In The Highest Quality LevelToko Sabun “Cemara 76 Tegal telah membangun reputasi bisnisnya dengan cara memilih untuk mendistribusikan hanya produk dengan kwalitas yang berada pada level tertinggi.

Dengan berada pada kwalitas dengan level tertinggi – maka produk curah toko sabun “Cemara 76” Tegal tidak menghadapi kesulitan dalam hal uji banding kwalitas secara head to head dengan produk TOP BRANDED yang ada di pasaran.

Hal ini merupakan business positioning yang sangat strategis bagi toko sabun “Cemara 76” Tegal untuk memacu pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang – mengingat pangsa pasar terbesar pada produk pembersih justru didominasi produk TOP BRANDED dan bukan produk pembersih dengan harga jual yang termurah.

Business Positioning dengan level kwalitas tertinggi ini juga didukung oleh online marketing campaign yang sistematis – mempromosikan segala benefits produk C76 kepada pangsa pasar tertarget melalui Internet.

Hal ini merupakan synergi yang sangat menjanjikan bagi perkembangan bisnis Sabun Curah / Deterjen Curah C76 – dan diharapkan produk C76 akan semakin dikenal luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mendapatkan Info lanjutan mengenai Toko Sabun “Cemara 76” Tegal – Silahkan Klik disini

Advertisements

July 12, 2013 Posted by | Handling the Competitors (English), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Toko Sabun “Cemara 76” Tegal – Membangun Reputasi Bisnis Melalui Kwalitas Dengan Level Tertinggi

Bagaimana Memilih Sabun / Deterjen Yang Bagus Untuk Mencuci Pakaian Bayi (Anak) ?

Tips Laundry / Dry Cleaning – Apa Yang Diperlukan Untuk Mencuci Pakaian Bayi?

TIPS Mencuci Pakaian  Bayi Bagaimana Cara Mencuci Baju Bayi agar kulit bayi tetap aman dan terhindar dari ruam kulit? Sabun Laundry / Deterjen Laundry apa yang bagus untuk mencuci baju bayi?

Berikut beberapa tips untuk mencuci baju bayi …

1. Kenalilah kwalitas air yang digunakan untuk mencuci pakaian bayi – air yang terbaik untuk mencuci pakaian memiliki ciri tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau – pergunakan air minum kemasan (galon) atau “minimal” air yang sudah direbus matang bila kwalitas air diragukan.

2. Pergunakan bahan laundry (sabun / deterjen, auxiliaries laundry chemical) yang mengandung bahan Anti Bakteri terbaik deterjen cair, softener, anti apek dan oxy booster dari toko sabun “Cemara 76″ Tegal telah mengandung bahan anti bakteri terbaik

Langkah-langkah Mencuci pakaian bayi …

1. Rendam pakaian bayi dalam larutan Anti Apek dengan perbandingan 100 ml untuk 1 kg pakaian bayi kering (termasuk selimut bayi, sarung bantal bayi, dll) selama maksimal 30 menit – bersihkan dulu pakaian bayi dari “puk” dengan air bersih yang mengalir sebelum direndam.

Peras dengan baik (air bekas rendaman dibuang) – bilas dengan air biasa

2. Cuci pakaian bayi dengan menggunakan deterjen cair C76 (dosis yang dianjurkan cukup 5 ml untuk 1 kg pakaian bayi + Oxy Booster 5% – 8% dari jumlah deterjen) – dosis ini kira kira setengah bagian dari dosis untuk mencuci pakaian orang dewasa.

Oxy booster ditambahkan karena berperan ganda sebagai bahan disinfectant dan bahan pencerah warna pakaian, sehingga pakaian hasil cucian akan lebih harum dan bersih cemerlang.

3. Tahap akhir adalah optional – rendam pakaian bayi dengan menggunakan softener C76 selama 10 menit – peras dengan baik – jemur sampai pakaian kering – langsung setrika untuk memaksimalkan kelembutan softener.

Bagaimana Bunda .. mudah sekali bukan?

Untuk memesan Deterjen Cair C76, Anti Apek, Oxy Booster dan Softener C76 nya cukup hubungi kami di : 0838 722 80 633 atau email di : tokosabuncemara76@gmail,com

Siap Kirim Dengan Tujuan DOMESTIK dan INTERNATIONAL

YES..We Are THE NEXT Market Leader !!

June 20, 2013 Posted by | Coffee Break (B.Indonesia), eBook Ranking #1 Google ... Seperti Blog Saya, Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia), Salesmanship (B. Indonesia and/or English) | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Bagaimana Memilih Sabun / Deterjen Yang Bagus Untuk Mencuci Pakaian Bayi (Anak) ?

Mencermati Statement “Setara Produk Bermerek” Pada Promosi Produk Sabun Curah / Deterjen Curah

Acuan Kwalitas Produk TOP BRAND VS Kwalitas Produk “Bermerek”

easy as ABCAda banyak sekali produk sabun / deterjen “bermerek” yang ditawarkan kepada konsumen dengan beragam kwalitasnya – ada yang bagus, jelek, murah, mahal dan sebagainya.

Namun satu hal yang sangat berbeda adalah produk sabun / deterjen TOP BRAND yang hampir dikuasai oleh produsen-produsen sabun / deterjen TOP Dunia yang tidak asing lagi seperti Unilever, KAO Japan dsb.

Demikian pula acuan kwalitas dari produk sabun curah / deterjen curah toko sabun “Cemara 76″ Tegal langsung tertuju dan terfokus pada kwalitas produk sabun / deterjen TOP BRAND – tidak asal setara produk “bermerek” yang belum tentu berarti kwalitasnya setara dengan produk TOP BRAND.

Tips penting bagi calon pebisnis sabun curah / deterjen curah yang akan memilih mitra usaha – cermatilah baik-baik proclaiming statement “produk curah setara produk bermerek” … tanyakan dengan teliti pada produsennya

  1. Produk mana sih yang dimaksudkan dengan produk bermerek tersebut ?
  2. Kemudian uji bandingkan kwalitas kedua produk secara head to head … easy as A-B-C.

Agar Tidak Salah Dalam Memilih Mitra Bisnis Anda …

Hubungi : 0838 722 80 633 atau email : tokosabuncemara76@gmail.com.

OBVIOUSLY … We Are THE NEXT Market Leader !!

Melayani pengiriman Domestik dan Internasional

# BERBAGI SUKSES ? Jadilah Distributor Tunggal & Agen kami di kota Anda #

June 13, 2013 Posted by | Coffee Break (B.Indonesia), De ECOBISS (B.Indonesia), Handling the Competitors (English), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Mencermati Statement “Setara Produk Bermerek” Pada Promosi Produk Sabun Curah / Deterjen Curah

Pilihan Aroma Parfume Laundry dan Karakternya

Parfum Laundry Kwalitas Istimewa

Parfum Laundry Kwalitas Istimewa

Berikut adalah pilihan Aroma Parfume Laundry dari toko sabun “Cemara 76″ – Tegal, kami mencoba membantu Anda sebagai pengusaha Laundry & Dry Cleaning (ataupun untuk pemakaian pribadi) agar lebih mudah menyatukan “chemistry” karakter pelanggan dengan karakter parfume laundry dari kami.

Kami memiliki keyakinan, kesesuaian chemistry karakter pelanggan Anda dengan karakter parfume laundry akan mendatangkan “pelanggan seumur hidup” yang puas dengan layanan Laundry & Dry Cleaning dari Anda…setuju ya …

1. Aroma Strawberry , karakter : imut, menggemaskan. lincah, ceria, lucu, energik, cerdas, seru, santai dan easy going.

2. Aroma Lily , karakter : serius tapi santai, dewasa, cerdas, mapan, perfeksionis, detail, tenang, matang, pesona kepribadian tinggi, semi formal

3. Aroma Bougenville , karakter : serius, dewasa, cerdas, mapan, perfeksionis, detail, tenang, matang, formal

4. Aroma Floral , karakter : cerdas, dewasa, mapan, energik, lincah, semi formal

5. Aroma Lavender , karakter : dewasa, semi formal

6. Aroma Green Tea : muda dan energik, segar, vitalitas dan kreativitas tinggi, santai tapi serius, mapan, cerdas

7. Aroma Snappy : muda, relax, vitalitas dan kreativitas tinggi

8. Aroma Downy : muda, relax, supel, serius

9. Aroma Kenzo : serius tapi santai, mapan, tenang, cerdas, dewasa, detail

10. Aroma Romantic :supel, segar, santai

Mau Parfume Laundry berkwalitas tinggi dan memahami karakter Anda ? Hubungi : 0838 722 80 633 – melayani pengiriman Domestik dan Internasional.

May 9, 2013 Posted by | Coffee Break (B.Indonesia), Handling the Competitors (English), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | , , | Comments Off on

Profit Management Ala Restaurant Padang, Rabu 9 Mei 2012

Business Warriors Yang Perkasa …

Seorang pengusaha sebuah Restaurant/Rumah Makan Padang dengan 9 (sembilan) cabang dan sebuah Rumah Makan Bebek Goreng di daerah Cikarang yang baru saja diambil alih pengelolaannya menuturkan sebuah pengalaman yang menarik mengenai kisah suksesnya dalam mengembangkan Rumah Makan tersebut yang mulai dirintisnya pada tahun 2004.

Beliau menerapkan sistem ” Bagi Hasil ” dengan karyawannya dan bukan dengan sistem ” Gaji ” sebagaimana biasa yang kita kenal.

Sambil menawarkan segelas teh manis khas padang yang harum kepada saya, beliau menuturkan bahwa sistem “Gaji” justru nyaris membawa restaurantnya pada kehancuran karena tidak kunjung menghasilkan keuntungan – sebaliknya dengan sistem “Bagi Hasil” membuat dirinya menuai sukses yang sangat besar.

Apa filosofi sederhana dibalik semuanya ini ?

Kalau sebagian dari Anda menjawab “Sense Of Belonging” (Rasa ikut memiliki) itu benar tetapi kurang tepat menyentuh dasar psikologisnya – yang paling tepat adalah harapan untuk memperoleh keuntungan yang besar dari jajaran personil beliaulah yang membuat mereka secara langsung memberikan keuntungan (mengubah harapan menjadi kenyataan) yang sama pada sang pemilik restaurant, karena kalau restaurantnya merugi – baik pemilik maupun karyawannya tidak menerima “gaji”.

Bukan konsep yang sama sekali baru dan sekarang kembali marak diterapkan pada berbagai bidang bisnis dan perusahaan – mulai dari perusahaan MLM, Agency retail kartu kredit hingga perusahaan otomotif raksasa seperti General Motor di USA sana.

Seorang CEO FORD Motor Company konon menerima penghasilan terbesar di dunia pada tahun 2011 yang lalu karena berhasil meningkatkan laba perusahaan hingga sekian persen – jauh diatas ekspektasi share holder perusahaan yang kini kepemilikannya sebagian dikuasai oleh perusahaan otomotif dari Jepang tersebut, dan CEO tersebut berhak atas “sekian persen pula” dari keuntungannya.

Apa korelasinya kisah Restaurant Padang dengan Ford Motor diatas ?

1. Keuntungan adalah sebuah potensi pada awalnya – dan menjadi realisasi bila kedua pihak menginginkannya dengan sungguh-sungguh – kalau setiap orang menginginkannya dengan sungguh-sungguh maka mereka secara ajaib akan menemukan caranya.

2. Kebutuhan materi dasarnya harus dipenuhi dulu – untuk karyawan sekelas Restaurant Padang dengan konsep “tanpa gaji”, memberikan basic allowances seperti fasilitas tempat tinggal, makan dan sekadar “uang jajan/uang rokok” bisa dianggap cukup – tetapi memperlakukan seorang CEO yang mengemban misi harus menghasilkan keuntungan “sekian milliar” per annumnya tentu berbeda lagi.

3. Dan jangan lupa kebutuhan dasar “non materi” nya juga penting diperhatikan untuk membangun etos dan moral kerja yang baik -seperti komunikasi multi arah yang santun, saling memberikan semangat dan motivasi juga tidak segan untuk memberikan pujian dan ucapan terima kasih “sesering mungkin” mutlak disertakan.

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

May 9, 2012 Posted by | Handling the Competitors (English), Human Relationship (B. Indonesia), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia), Salesmanship (B. Indonesia and/or English) | , , , , , , , | Comments Off on Profit Management Ala Restaurant Padang, Rabu 9 Mei 2012

I CAN Is 100 Times More Important Than IQ! , Rabu 11 April 2012

Business Warriors yang perkasa …

Saya sangat tertarik dengan sebuah tulisan dari David Vogelsang yang mengutip kembali sebuah semboyan

” I CAN is 100 times more important than IQ!” 

WOW !!

Saya sangat menikmati kutipan tersebut dan sama sekali tidak sedang berusaha untuk mengembangkan pemaknaan dari semboyan itu untuk menjadi sebuah euforia … cukup kalau saya artikan secara sederhana saja menjadi

” SANGGUP itu lebih penting dari CERDAS”.

Apa benar seperti itu pak Tan ?

Pemaknaan kebenarannya jangan diartikan secara biasa-biasa saja, tetapi harus menjadi bahan renungan yang sanggup mengusik dan menggelitik rasa “heroik namun tulus hati” dalam mengemban sebuah tanggung jawab.

Banyak sekali perusahaan pada masa ini mulai mengembangkan cara-cara perekrutan karyawan dari melalui TES IQ saja menjadi lebih luas lagi lingkupnya dengan melakukan juga tes EQ, tes SQ dan tes HRQ … mungkin dasar pemikiran terdalam dari semboyan diatas berasal dari HRQ (Human Relationship Quotient = kecerdasan untuk memahami orang lain / Skill With People)

Walaupun David Vogelsang ini berasal dari “Barat” dimana manajemen dengan kultur barat ini lebih terfokus pada prestasi dan kecakapan individu, lebih menjadikan kaum profesional di belahan dunia Barat menjadi seorang specialis yang opportunis – selalu sigap pada keahlian yang terspesialisasi pada satu bidang dan lebih tertarik pada kesempatan pengembangan karir yang lebih baik … toh tertarik juga dengan pemikiran diatas yang kalau kita gali lebih dalam maknanya sangat kental management dengan kultur ketimuran.

Dalam Management dengan kultur timur – memang benar, bahwa sebuah organisasi tidak terlalu mempertimbangkan kecakapan individu … selama orang itu bisa memainkan peranannya dengan baik dalam teamworknya di segala lini (bukan terpusat pada sebuah lini seperti yang dianut management budaya barat) – maka dari itu jangan heran kalau seorang Senior Director di perusahaan Jepang bisa tidak memerlukan sekretaris pribadi, melakukan penjualan dan kunjungan ke pelanggan sendiri, melakukan pengiriman sample produk sendiri, mengetik surat penawaran harga bahkan sesekali ikut-ikutan sibuk di bagian lini produksi dengan senang hati juga dilakukannya.

Budaya I CAN – seharusnya lebih dihargai oleh penganut manajemen timur – tetapi karena orang timur tidak terfokus pada spesialisasi, maka kalau ada seorang eksekutif mau TURBA (Turun ke Bawah) bersama dengan Salesmannya berkeliling kesana kemari atau sesekali ikut-ikutan mengemudikan “forklift” di lini produksi .. semuanya dianggap biasa saja.

Sebaliknya budaya I CAN pada saat ini sedang mendapat perhatian besar para penganut manajemen barat yang tadinya serba spesialis, mereka mulai menghargai para CEO dan level Managernya yang mau terjun langsung ke lapangan .. ini bisa Anda lihat dari gaya kepemimpinan CEO Barat yang sudah mempelajari banyak manajemen timur seperti Steve Jobs, Bill Gates atau Warren Buffet yang kemana-mana masih sering mengemudikan mobilnya sendiri tanpa sopir.

Itulah menariknya mempelajari manajemen multi kultural – memperkaya wahana kreativitas kita dalam mengembangkan diri serta membebaskan pikiran dari belenggu dikotomi barat dan timur yang rasanya jadi tampak kurang relevan lagi pada era Globalisasi ini.

Business Warriors yang perkasa …

Yes .. See that I CAN before seeing my IQ !!

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

April 11, 2012 Posted by | Handling the Competitors (English), Human Relationship (B. Indonesia), Marketing, Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia), NLP-Neuro Linguistics Programming (B.Indonesia) | Comments Off on I CAN Is 100 Times More Important Than IQ! , Rabu 11 April 2012

Superman VS Superteam , Rabu 28 Maret 2012

Business Warriors yang perkasa …

Dalam sebuah kunjungan kerja, saya membaca sebuah semboyan yang menarik perhatian saya yang tertempel di dinding ruang tunggu seorang klien yang tertulis demikianKami adalah SUPERTEAM, SUPERMAN tidak mendapat tempat disini “

Maksudnya cukup jelas, bahwa perusahaan tersebut mengedepankan kemampuan kerja sama yang solid dan apik dalam mendukung setiap kegiatan di organisasinya diatas kemampuan individu.

Dalam leadership, sebuah organisasi yang solid justru akan membutuhkan banyak sekali SUPERMAN – yang “kuat” sejak masih “bayi” (masih seorang kader/trainee) dan bahkan akan semakin bertambah kuat hingga usia “tua” nantinya (Seperti pak William Suryadjaja, Pak Eka Tjipta, Pak Sofjan Wanandi, Pak Hari Darmawan, Mr. Carlos Slim Helu dll)

SUPERMAN disini bukan hanya soal kebugaran fisik yang prima semata, melainkan juga soal pikirannya yang tetap jernih, intuisinya yang tetap tajam, dreamsnya yang tetap saja besar, semangat juangnya yang masih menggebu dan kharismanya yang terus bersinar hingga usia lanjut.

Jadi …

Jangan menyisihkan seorang SUPERMAN dari organisasi yang Anda bangun kalau tujuannya adalah untuk membangun sebuah SUPERTEAM.

Business Warriors yang perkasa …

Kami adalah SUPERTEAM yang setiap anggotanya adalah SUPERMAN

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

March 28, 2012 Posted by | Human Relationship (B. Indonesia), Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | Comments Off on Superman VS Superteam , Rabu 28 Maret 2012

Sukses = Pura-pura Sukses , Senin 27 Februari 2012

Business Warriors yang perkasa,

Ada sebuah rahasia kehidupan yang unik mengenai pura-pura yang sangat sederhana namun sangat mengena dan bermanfaat untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang memulai pagi harinya dengan pura-pura malas/sakit, yang tidak terbangun segera walaupun sebenarnya dia sudah bangun dari tidurnya, akan menghabiskan seharian waktunya dengan bermalas-malasan atau malahan bisa betul-betul sakit walaupun pada mulanya dia sehat-sehat saja.

Berbeda dengan seseorang yang memulai paginya dengan berpura-pura semangat, berangkat kerja dengan berpura-pura naik mobil pribadi plus sopir pribadi walaupun sebenarnya naik angkutan kota, tersenyum dan menyapa setiap orang berpura-pura seolah-olah semua orang mengenal dirinya, bekerja dengan sangat antusias dan profesional berpura-pura sebagai seorang CEO bergaji ratusan juta rupiah/bulan walaupun sebenarnya posisinya baru seorang Administrator penjualan misalnya …

Berpura-pura akan merupakan pesan yang disampaikan ke otak kita, bahwa kita menginginkan diri kita mengalami kondisi sesuai dengan apa yang kita pikirkan – dan otak kita tidak mengenal apakah kita sedang berpura-pura atau bersungguh-sungguh dengan pesan yang kita kirimkan.

Jadi …

1. Kalau Anda ingin termotivasi – berpura-puralah termotivasi, dan Anda akan benar-benar termotivasi sepanjang hari

2. Kalau Anda ingin merasa antusias berpura-puralah antusias, dan Anda akan benar-benar merasa antusias sepanjang hari

3. Kalau Anda ingin murah hatiberpura-puralah menjadi pribadi yang sangat pemurah dan orang akan benar-benar melihat Anda sebagai sosok pribadi yang murah hati …

4. Kalau Anda ingin naik jabatan (misalkan menjadi seorang CEO) – berpura-puralah menjadi seorang CEO di tempat kerja Anda, lakukan kebiasaan-kebiasaan seorang CEO di tempat kerja Anda … dalam beberapa tahun kedepan Anda akan menjadi seorang CEO sungguhan.

5. Kalau Anda ingin menjadi pribadi yang sukses dan jauh lebih sukses lagi dari kondisi sekarang – berpura-puralah menjadi pribadi yang sukses dengan membiasakan diri melakukan kebiasaan-kebiasaan orang yang saat ini lebih sukses dari Anda.

Business Warriors yang perkasa …

Berpura-puralah dengan bersungguh-sungguh pada apa yang paling Anda inginkan terjadi pada diri Anda – dalam waktu yang relatif cepat maka itulah yang akan terjadi

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Mau Info INHOUSE TRAINING / SEMINAR oleh Samuel Tan ?

Ingin MELESATKAN PROFIT BISNIS hingga RIBUAN PERSEN dalam 6 (enam) Bulan ?

* Teriring ucapan terima kasih untuk Bpk. Andrie Wongso, sang motivator no.1 Indonesia yang memuat artikel ini di situsnya http://www.andriewongso.com pada tanggal 3 Maret 2012 – http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/5025/Sukses__Pura-pura_Sukses/

February 27, 2012 Posted by | Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | Comments Off on Sukses = Pura-pura Sukses , Senin 27 Februari 2012

Menunggu ataukah … , Jum’at 13 Januari 2012

Motivasi & Business Wisdom

Menunggu ataukah sedang berlambat-lambat ?

Business Warriors yang perkasa…

Seringkali kita sangat sukar untuk membedakan menunggu ataukah sedang berlambat-lambat karena kita berpikir keduanya mengacu pada kondisi yang sama.

Sebenarnya tidaklah demikian,

Menunggu berarti Anda sedang menantikan sesuatu, atau seseorang tetapi sambil tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Istri yang menunggu kedatangan suaminya pulang dari tempat kerjanya akan tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang isteri yang baik, mencuci, memasak dan sebagainya.

Seorang karyawan yang sedang menunggu kenaikan jabatannya, tetap melakukan seluruh aktivitas kerjanya pada posisinya saat ini, demikian juga ketika seseorang sedang menunggu panggilan kerja setelah melamar kesana kemari – dia akan tetap melanjutkan upayanya dalam melamar pekerjaan di tempat yang belum pernah dilamarnya dan seterusnya.

Sedangkan berlambat-lambat mengandung pengertian bahwa ketika seseorang sedang menunggu sesuatu atau seseorang, dia benar-benar sedang “terdiam terpaku” di posisinya, di keadaannya saat itu tanpa melakukan apapun karena suatu kondisi tertentu.

Misalkan seseorang yang sedang menunggu sebuah panggilan pekerjaan tetapi tidak berusaha untuk memperbesar peluangnya dengan melamar ke perusahaan yang lain – atau dalam skala bisnis, perusahaan yang  setiap tahun gencar menggaungkan resolusi bisnis, mengharapkan kenaikan keuntungan bisnis pada tahun atau periode yang baru tanpa melakukan kiat-kiat atau terobosan-terobosan baru yang berarti .. itulah berlambat-lambat.

Business Warriors yang perkasa …

Menunggu berarti menantikan kesempatan dan waktu yang tepat. sedangkan berlambat-lambat berarti melewatkan banyak sekali waktu dan kesempatan yang tepat

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Adv & Sponsorship

1. WIKA – Pemanas Air Tenaga Surya, ALGA Spring Bed, DUNLOPILLO Kasur Latex, HONEYELL Turbine Angin, ALLSTEEL – Panel Surya, HOME SAUNA – Design, Contractor, Supply

2. eBook Rahasia Sukses Ranking 1 Google – terbukti via online

3. Chocololy’s – Business Opportunity Lolypop Cokelat pertama di Indonesia

4. eBook Motivasi terbaru … d’Dreams

January 13, 2012 Posted by | Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | Comments Off on Menunggu ataukah … , Jum’at 13 Januari 2012

Zona Kenyamanan, Mengapa Anda Harus Meninggalkannya? Sabtu 3 Desember 2011

Busines Warriors Yang Perkasa …

Seringkali orang menanggapi dengan kurang tepat mengenai “himbauan” untuk “keluar” dari Zona Kenyamanan dengan sekarang juga Anda harus melepaskan diri dari zona kenyamanan tersebut ..

Sebelum saya melangkah lebih jauh, saya akan menyatukan persepsi dulu dengan Anda kalau Zona Kenyamanan yang dimaksudkan disini bukanlah Zona berleha-leha tanpa tujuan yang jelas dan atau zona tanpa active income yang “cukup”.

Zona Kenyamanan disini dimaksudkan dengan profesi/income yang “cukup” untuk menopang gaya hidup yang kita anggap nyaman selama kita masih produktif/bekerja (active income), dan ini bersifaf relatif bukan bersifat substantif bagi tiap-tiap orang.

Di luar zona kenyamanan Anda ada sebuah zona dimana walaupun kita telah pensiun/tidak produktif lagi, masih bisa  memiliki penghasilan “cukup” (passive income)

IDEALNYA,

1. Anda tidak berarti serta merta harus melepaskan active income Anda sekarang SEBELUM penghasilan bisnis yang menjanjikan pasive income tersebut minimal besarnya 5 s/d 6 kali (per bulan) dari penghasilan active income Anda sekarang

2. Anda masih bisa tetap bekerja membangun karir di pekerjaan active income Anda SAMBIL membangun bisnis passive income Anda, atur strateginya bersama partner Anda seperti pasangan hidup, orang tua, sahabat, downline/upline Anda dst, anggap saja yang Anda lakukan dengan bisnis “sampingan” Anda sebagai cara untuk menambah portfolio sumber income Anda.

3. Lakukan keduanya bila Anda mampu, tetapi jangan ragu untuk melepaskan salah satunya bila memang harus.

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu

Adv & Sponsorship

1. WIKA – Pemanas Air Tenaga Surya, ALGA Spring Bed, DUNLOPILLO Kasur Latex, HONEYELL Turbine Angin, ALLSTEEL – Panel Surya, HOME SAUNA – Design, Contractor, Supply

2. eBook Rahasia Sukses Ranking 1 Google – terbukti via online

3. Chocololy’s – Business Opportunity Lolypop Cokelat pertama di Indonesia

4. eBook Motivasi terbaru … d’Dreams

December 3, 2011 Posted by | Motivasi & Business Wisdom (B. Indonesia) | Comments Off on Zona Kenyamanan, Mengapa Anda Harus Meninggalkannya? Sabtu 3 Desember 2011